vertebrata
VERTEBRATA
Alam
menghadirkan banyak keragaman hewan yang dimilikinya bersama dengan oranisme
lainnya. Beberapa hewan dapat dikenali dari beberapa ciri yang dimilikinya.
Seperti saat kita makan diatas meja saji yang disajikan beberapa menu makanan, misalnya
ayam dan udang. Jika dilihat dari struktur tubuh jelas berbeda bahkan yang
secara umum yaitu habitatnyapun berbeda. Namun jika anda memakan kedua makanan
tersebut anda pasti agak kesusahan memakan ayam karna memiliki tulang sedangkan
udang tidak.
Hewan
hewan tersebut di bagi menjadi 2 phylum yaitu Invertebrata dan Vertebrata yang
di masukkan kedalam kingdom Animalia. Perbedaan dari 2 jenis makanan diatas
jelas dimasukkan ayam kedalam phylum vertebrata dan udang kedalam phylum
invertebrate.
Keberadaan
hewan vertebrata hanya mewakili presentase yang sangat kecil dari semua hewan
yaitu 5 persen dari hewan yang ada, jika dibandingkan dengan hewan invertebrate
yang tak betulang belakang internal seperti serangga, mollusca dan artrhopoda
(sekitar 95 persen). Dinyatakan dalam buku karangan Andi Iqbal Burhanuddin
tentang vertebrata laut.
Dengan
mempelajari bab ini anda diajak untuk mengetahui dapat mengenai pengertian vertebrata,
pembagian kelas vertebrata, dan bagaimana manfaatnya bagi kehidupan sehari hari.

A. Pengertian Vertebrata

Menurut Zila Zuqistya dalam bukunya yang berjudul Vertebrata mengatakan
bahwa Vertebrata merupakan hewan yang memiliki tulang belakang atau punggung.
Tulang belakang adalah tulang yang beruas ruas dan berderet deret dari leher
sepanjang punggung sampai ekor. Sumsum tulang belakang yang terdapat dalam ruas
ruas tulang belakang dan otak merupakan susunan syaraf pusat. Vertebrata
merupakan anggota (subfilum) daro filum Chordata yang di mana ciri khas dari
filum Chordata yaitu;
1.
Memiliki
Notokord yaitu batang longitudinalyang fleksible yang terletak di astara
saluran pencernaan dan batang syaraf. Notokord berperan sebagai penguat rangka
sepanjang tubuh Chordata.
2.
Memiliki
batang saraf dorsal yang berongga yang terletak dorsal terhadap notokord.
3.
Memiliki
celah atau sibakan faring yang memungkinkan air yang masuk ke mulut dapat
keluar dari tubuh tanpa melalui keseluruhan saluran pencernaan, pada bagian
sebagian vertebrata celah ini termodfikasi untuk pertukaran gas yang dikenal
sebagai insang.
4.
Memiliki
ekor Post-Anal yang berotot sehingga
membantu pergerakan.
5.
Ekor
ini membentang prosterior terhadap anus, tetapi pada sebagian spesies ekor ini
telah tereduksi selama perkembangan embrionik.
Selain itu Chordata
juga memiliki rongga tubuh (selom) yang tumbuh dengan baik, sistem organ yang
kompleks, bilateral simetris, sigmenatasi tubuh yang jelas, dan memiliki tubuh
yang dilindungi oleh tulang tengkorak. Sub filum Vertebrata terbagi menjadi
lima kelas yaitu Ikan (Pisces),
Amphibi (Amphibia), Reptil (Reptilia), Burung (Aves), dan Mamalia (Mammalia).

B. Klasifikasi
Hewan Vertebrata
1. Pisces
(Ikan)
Pisces
merupakan hewan akuatik yang berdarah dingin (poikiloterm) dan bernapas dengan
insang. Insang ini dilindungi oleh tutup bernama Operculum. Pada beberapa jenis
ikan, rongga insangnya meluas membentuk lipatan tidak teratur yang disebut
labirin, yang berguna untuk menyimpan udara sehingga ikan tersebut dapat hidup
dilingkungan yangkurang oksigen. Tubuh ikan ditutupi sisik yang sekaligus
berfungsi sebagai rangka luar (eksoskeleton) dengan berbagai tipe sisik yaitu;
plakoid, sikloid, stenoid, dan ganoid. Sisik tersebut licin dan berlendir,
sehingga dapat mempermudah ketika bergerak di dalam air.
Tubuh ikan juga dilengkapi dengan sirip sirip yang
membantu berenang dan menjaga keseimbangan tubuh. Sirip ikan dibedakan atas
sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip anal dan sirip ekor.
Tipe aliran darahnya adalah
peredaran tunggal, yaitu darah mengalir ke jantung melalui insang menuju
seluruh jaringan tubuh dan kembali lagi ke jantung. Ikan berkembang biak dengan
bertelur (ovipar).
Kelas pisces dibagi menjadi 3 sub kelas yaitu
Agnatha, Chondrichtyes, dan Ostechthyes.
a.
Agnatha
(Ikan tak berahang)
Agnatha meliputi ikan tidak
berahang, berbentuk pipih, memiliki mulut bulat yang berada di ujung anterior.
Walaupun tidak berahang, tetapi Agnatha memiliki faring yang berotot yang
digunakan untuk menghisap tubuh ikan lain untuk mendapat makanan, misalnya belut
laut. Sedangkan Hagfish memiliki formasi serupa gigi pada mulutnya yang terbuat
dariprotein keratin.
Sebagian besar Hagfish merupakan
pemakan bangkai. Hagfish memiliki kelenjar lendir pada bagian samping tubuhnya
yang mampu mengekskresikan zat yang
menyerap air sehingga membentuk lendir yang dapat mengusir
pemakan bangkai yang lain ketika ikan tersebut sedang makan.
menyerap air sehingga membentuk lendir yang dapat mengusir
pemakan bangkai yang lain ketika ikan tersebut sedang makan. 

b.
Osteichthyes (Ikan bertulang sejati)
Dinamakan ikan bertulang sejati
karena ikan ini memiliki kerangka dari tulang sejati. Kulitnya ditutupi sisik
dan memiliki kelenjar yang mengekskresi mucus, sehingga kulitnya menjadi licin.
Lendir tersebut berfungsi untuk mengurangi gesekan selama berenang.
Secara habitat ikan bertulang sejati hidup di air tawar dan
air laut. Dengan berbedanya habitat maka berbeda pula cara penyembangan tingkat
osmolaris mereka. Misalnya pada ikan laut secara konstan kehilangan air melalui
osmosis ke lingkungannya yang hiperosmotik itu. Ikan air laut akan
mengkompensasi kehilangan itu dengan cara meminum banyak sekali air laut, lalu
memompa keluar kelebihan garam, dan mengekskresikan urin dalam jumlah yang
relatif sedikit. Namun pada ikan air tawar mengeluarkan air dengan cara
mengekskresikan sejumlah besar urin yang sangat encer dan mendapatkan kembali
garam yang hilang dalam makanannnya atau dengan pengambilan secara aktif dari
sekelilingnya (Campbell dkk, 2002: 111).
Pada ikan jenis
ini berkembang biak dengan bertelur (ovipar) yang di mana bisa telur yang
dihasilkan bisa berjumlah sangat banyak. Seperti misalnya pada kehidupan ikan
badut (sudah termasuk ke dalam ikan bertulang sejati) yang hidup di anemon
laut. Telur yang dihasilkan biasnya disimpan di dalam sebuah karang yang
berbentuk seperti gua yang berjumlah ribuan.
c.
Chondrictyes (Ikan Bertulang Rawan)

Sesuai dengan namanya, ikan kelas Chondrictyes memiliki rangka yang fleksible yang terbuat dari
tulang rawan. Ikan ini juga memiliki perkembangan rahang dan sirip yang baik.
Rahanganya berkembang dari kedua pasang pertama lengkung insang. Mulutnya
terletak pada bagian ventral, dan dilengkapi dengan gigi gigi yang dilapisi
email. Kulitnya diselubungi sisik plakoid (yang berasal dari kombinasi mesoderm
dan ektoderm) yang berukuran kecil dan menyerupai banyak kelenjar mucus.
Chondrictyes memiliki kelamin terpisah atau hermafrodit, sehingga fertilisasi terjadi
secara internal maupun eksternal.
2.
Amphibi
Amphibi merupakan hewan berdarah
dingin dengan kelembaban kulit yang tinggi. Tubuhnya tidak tertutupi rambut
ataupun bulu, dan memiliki kemampuan hidup di air maupun di darat sesuai
namanya, Amphibia yang berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios
yang berarti hidup. Pada umumnya Amphibi memiliki siklus hidup awal di
perairan dan siklus hidup kedua di darat.
Amphibi memiliki kelopak mata dan
kelenjar air mata yang berkembang dengan baik. Pada mata terdapat membran
nictians yang berfungsi melindungi mata dari debu, kekeringa dan kondisi lain
yang merusak mata. Sistem saraf di Amphibi juga mengalami modifikasi, otak
menjadi lebih besar dan hemisphareum
cerebi terbagi sempurna.
Kelas Amphibi mencakup 3 Ordo,
yaitu Apoda (Gymnophiona), Anura (Silientra), dan Urodela (Caudata).
a.
Apoda (Gymnophionia)


Ordo ini memiliki ciri di mana anggotanya tidak memiliki
kaki, sehingga disebut Apoda. Tubuhnya menyerupai cacing gilig, bersegmen,
tidak bertungkai , dan ekornya mengalami reduksi. Apoda memiliki mata yang
tertutupi yang tereduksi dan tertutupi oleh kulit dan tulang, pada beberapa
spesies retina berfungsi sebagai fotoreseptor. Pada bagian anterior terdapat
tentakel yang berfungsi sebagai organ sensorik. Pada fase larva, Apoda hidup di
dalam air dan bernafas dengan menggunakan insang, sedangkan pada fase dewasa
insang mengalami reduksi. Apoda biasanya ditemukan di dalam tanah atau
lingkungan akuatik. Contoh, Sesilia (Afrocae
cilia tiniana).
b.
Anura


Sesuai dengan
namanya, anggota Ordo Anura ini tidak memiliki ekor. Kepalanya bersatu dengan
badan, tidak memiliki leher, dan memiliki tungkai. Tungkai belakang berukuran
lebih panjang dibanding tungkai bagian depan, sehingga mendukung pergerakannya
yaitu melompat. Pada beberapa famili terdapat selaput di sela sela jarinya.
Anura memiliki membran timpani yang terletak di permukaan kulit dengan ukuran
yang cukup besar dan terletak di belakang mata. Kelopak mata dapat digerakkan
dan matanya berkembang dengan baik. Fertilisasi dilakukan secara eksternal dan
prosesnya dilakukan di perairan. Contoh; Katak.
c.
Urodela (Caudata)
Ordo Urodela memiliki bentuk tubuh
yang memanjang. Mempunyai anggota gerak dan ekor tapi tidak memiliki membran
timpani. Tubuhnya dapat dibedakan antara kepala , lehet, dan badan. Beberapa
spesies memiliki insang dan yang lain bernapas dengan paru paru. Pada bagian
kepala terdapat mata berukuran kecil dan pada beberapa jenis mata mengalami
reduksi. Contoh; Salamander.
3.
Reptilia
Reptilia adalah binatang dengan
kulit yang kering dan tertutup oleh sisik sisik atau papan dermal. Sebagai
hewan darat yang hidup di daratan yang kering, kulitnya memiliki lapisan
berbahan tanduk yang tebal. Lapisan ini mengalami modifikasi menjadi sisik
sisik dan sedikit sekali mengandung kelenjar kulit.
Reptilia termasuk ke dalam
Vertebrata yang umumnya tetrapoda (berkaki empat), tetapi pada beberapa sub
ordo tungkainya mengalami reduksi atau bahkan hilang sama sekali sperti pada
ordo Serpentes dan sebagian Lecertilia. Reptilia yang tidak mengalami reduksi
tungkai umumnya memiliki lima jari atau pendactylus dan terdapat cakar pada setiap
jarinya.
Reptilia memiliki sistem peredaran
darah yang sempurna dibandingkan dengan Amphibi dan Pisces. Sistem peredaran
darah reptil sudah mampu memisahkan darah yang banyak mengandung oksigen.
Jantungnya biasanya terletak di rongga dada pada bagian depan dan terdiri atas dua bilik dan dua serambi. Antara dua
bilik terdapat suatu sekat yang belum sempurna yang berfungsi untuk mengatur
keluar masuknya darah ke dalam jantung.
Kelebihan utama Reptil dengan
Amphibi adalah perkembangan telur yang bercangkang dan berisi kuning telur yang
dapat diletakkan di tanah tanpa adanya resiko kekeringan. Cangkangnya kedap air
dan juga kedap sperma, dengan demikina perkembangan telur yang bercangkang
terjadi bersamaan dengan perkembangan fertilisasi internal.
Dalam kelas Reptilia terdapat empat
Ordo yaitu Ordo Squamata, Crocodylia, Testudinata, dan Rhynchophalia.
a.
Ordo Squamata
Ciri khusus dari Ordo Squamata
adalah tubuhnya ditutupi oleh sisik yang terbuat dari zat tanduk, sisik
tersebut mengalami pergantian secara periodik yang disebut molting. Sebelum mengelupas, stratum germinativum membentuk lapisan
kutikula baru di bawah
lapiasan lama. Pada sub-ordo Serpentes sisiknya terkelupas
secara keseluruhan, sedangkan pada sub-ordo Lecertilia sisiknya terkelupas
sebagian.
lapiasan lama. Pada sub-ordo Serpentes sisiknya terkelupas
secara keseluruhan, sedangkan pada sub-ordo Lecertilia sisiknya terkelupas
sebagian.
Squamata terdiri
dari otak yang memiliki lobus olfaktorius yang panjag, hemisfer, dua lobus
optikus, serebellum, dan medulla oblongata yang melanjut ke korda saraf. Di
bawah hemisfer terdapat indundibulim dan hipofisis. Perkembangbiakan ordo ini berlangsung
secara ovovivipar atau ovipar dengan fertelisasi internal. Contoh spesiesnya
yaitu Ular, Komodo, Kadal, dll.
b.
Ordo Crocodylia

Ordo Crocodylia mencakup hewan reptil yang berukuran lebih
besar dibanding reptil lainnya. Kulitnya mengandung sisik dari bahan tanduk, di
daerah punggung sisik tersebut tersusun teratur ke arah transversal dan
mengalami penulangan membentuk perisai dermal. Sisik pada bagian dorsal
berlunas, pada bagian lateral bulat, dan pada bagian vertral berbentuk
segiempat. Sisik pada ordo ini hampir tidak pernah mengalami pergantiam (molting).
Kepalanya berbentuk piramida, keras
dan kuat serta dilengkapi dengan gigi gigi yang runcing. Matanya berukuran
kecil dan terletak di bagian kepala yang menonjol ke dorsal lateral. Pupil
vertical dilengkapi dengan selaput mata, tertutup oleh lipatan kulit yang
membungkus tulang sehingga hanya nampak seperti celah. Lubang hidungnya terletak
pada sisi dorsal unjung moncong dan dilengkapi dengan suatu penutup dari otot
yang dapat berkontraksi secara otomatis pada saat menyelam. Contoh Ordo ini
adalah Buaya.
c.
Ordo Testudinata atau Chelonia
Anggota Ordo ini memiliki ciri yang
spesifik yaitu tubuhnya dilindungi oleh cangkang atau tempurung. Tempurungnya
terdiri dari karapaks yang berbentuk cembung di bagian dorsal dan plastron
berbentuk datar di bagian ventral. Pada bagian karapaks
terdapat tulang vertebra atau neural, pleural, suprapygal,
nuchal, dan peripheral. Pada bagian plastron terdapat tulang epiplastron,
entoplastron, hyoplastron, mesoplastron, dan xiphiplastron. Di atas tulang
tulang tersebut terdapat lapisan yang disebut keping dan perisai.
terdapat tulang vertebra atau neural, pleural, suprapygal,
nuchal, dan peripheral. Pada bagian plastron terdapat tulang epiplastron,
entoplastron, hyoplastron, mesoplastron, dan xiphiplastron. Di atas tulang
tulang tersebut terdapat lapisan yang disebut keping dan perisai. 
Anggota Ordo ini
yang hidupnya di darat alat geraknya termodofikasi menjadi bentuk batang atau
tonggak tanpa selaput di sela sela jarinya dan dilengkapi dengan cakar pada
hewan jantan. Anggota yang hidup di perairan alat geraknya termodifikasi
menjadi seperti gayung untuk mempermudah berenang. Contoh Ordo ini adalah kura
kura.
d.
Ordo Rynchocepalia
Ordo ini memiliki
tipe tengkorak diapsis. Anggota ordo ini adalah hewan karnivora dan aktf
mencari makan pada malam hari dengan habitat di air maupun di darat. Ordo ini
berkembang biak dengan ovipar dengan fertilisasi internal seperti kebanyakan
reptil lainnya, telurnya akan ditempatkan di suatu lubang dana akn menetas pada
waktu satu tahun. Satu satunya anggota Ordo ini yang masih dijumpai adalah
Tuatara yang hanya dapat ditemukan di beberapa kepulauan di selandia baru.
4.
Aves
Kelas Aves (Burung) adalah
vertebrata yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh bulu yang dianggap sebagai
modifikasi sisik epidermis dan fungsinya sebagai isolator. Kulitnya tidak
berkelenjar, kecuali bagian ekor. Alat gerak bagian depan sudah termodifikasi
menjadi sayap yang digunakan untuk terbang. Pada bagian belakang unjung tubuh
Aves terdapat ekor yang dilengkapi dengan bulu yang juga dapat mengembang pada
saat terbang.
Bulu yang tumbuh semakin lama akan
menjadi aus dan akan mengalami pergantian. Biasanya pergantian setahun sekali
yang disebut molting. Ada beberapa tahap pergantian bulu pada aves yaitu;
a.
Molting post natal,
lepasnya bulu pertama pada burung yang baru menetas.
b.
Molting post juvenile,
pergantian bulu pada masa burung sudah mengalami pertumbuhan maksimum.
c.
Molting post nuptial,
pergantian bulu yang terjadi pada waktu burung mendekati masa breeding dan
terjadi setiap tahun.
Adapun paruh pada burung yang terbuat dari zat tanduk, fungsinya
sebagai tangan untuk memperoleh atau memegang, sebagai mulut, untuk menelisik
bulu, dan sebagai alat pertahanan.
Kelas Aves terbagi dalam banyak
Ordo. Berikut hanya dikemukakan dalam bentuk sub-kelas.
1.
Sub kelas Archaeornites

Merupakan burung
bergigi yang merupakan peralihan dari reptilia ke aves. Hidup pada periode
Jurassic dan sekarang telah punah. Tidak mempunyai pigostil memiliki bulu bulu
yang berpasangan pada ekornya. Contoh; Archaeoptelyx sp.
2.
Sub kelas Neornithes
Ada yang telah
punah tapi ada yang masuk ke dalam kelompok burung modern. Ada yang bergigi dan
ada yang tidak bergigi. Kebanyakan memiliki pigostil dan tidak memiliki bulu
yang berpasangan.
a.
Odontognathae. Merupakan burung yang bergigi. Burung ini
telah punah. Contohnya adalah Hesperornis
Odontognathae. Merupakan burung yang bergigi. Burung ini
telah punah. Contohnya adalah Hesperornis
b.
Paleognathae. Merupakan
burung yang tidak bergigi. Tidak dapat terbang. Tulang stenumnya tidak berlunas
dan memiliki tulang vomer yang membentuk jembatan pada tulang langit langit.
c.
Impennes. Meupakan
burung yang memiliki sayap yang digunakan untuk berenang dan tidak dapat
terbang. Memiliki empat buah jari kaki yang
menghadap ke muka dan berselaput dan dapat menyelam. Ordo
Spenischiformes, contohnya pinguin.
Impennes. Meupakan
burung yang memiliki sayap yang digunakan untuk berenang dan tidak dapat
terbang. Memiliki empat buah jari kaki yang
menghadap ke muka dan berselaput dan dapat menyelam. Ordo
Spenischiformes, contohnya pinguin.
d.
Neognathae.
Merupakan burun modern yang berlunas dan vomernya tidak membentuk jembatan pada
langit langit. Pada Ordo Gaviformes merupakan burung pemakan ikan dengan kaki
yang pendek dapat berenang dan terbang. Contohnya Burung lun. Pada Ordo
Podicipitiformes, ekornya berbulu kapas. Kaki jauh di bagian belakang tubuh dan
dapat menyelam dengan cepat. Contohnya burung Grebe. Pada Ordo Ciconiiformes,
leher dan kainya panjang, bulunya dekoratif, paruhnya bengkok ke tengah dan
kadang kepalanya tak berbulu. Contohnya flaminggo.
Neognathae.
Merupakan burun modern yang berlunas dan vomernya tidak membentuk jembatan pada
langit langit. Pada Ordo Gaviformes merupakan burung pemakan ikan dengan kaki
yang pendek dapat berenang dan terbang. Contohnya Burung lun. Pada Ordo
Podicipitiformes, ekornya berbulu kapas. Kaki jauh di bagian belakang tubuh dan
dapat menyelam dengan cepat. Contohnya burung Grebe. Pada Ordo Ciconiiformes,
leher dan kainya panjang, bulunya dekoratif, paruhnya bengkok ke tengah dan
kadang kepalanya tak berbulu. Contohnya flaminggo.
5.
Mammalia
Bianatang menyusui atau mamalia adalah hewan vertebrata yang
terutama dicirikan oleh adanya kelenjar susu, yang pada betinanya menghasilkan
air susu sebagai sumber makanan untuk anaknya. Selain itu mammalia memiliki
rambut. Tubuhnya berdarah panas (homoiterm). Anggota gerak bagian depannya
dapat termodifikasi untuk berlari, menggali lubang, dan terbang. Pada ujung
jarinya terdapat cakar atau kuku. Gigi umunya dibagi menjadi 4 tipe yaitu; gigi
seri, gigi taring, gigi premolar dan gigi molar. Mammalia dikolompokkan kedalam
beberapa kelas diantaranya;
a.
Ordo Monoteremata,
yaitu mammalia berparuh dan bertelur, tidak memiliki putting sehingga anakan
menyedot susu dari bulu induknya. Memiliki ekor yang pipih dan gigi hanya
terdapat pada hewan yang lebih muda. Misalnya Platypus.
Ordo Monoteremata,
yaitu mammalia berparuh dan bertelur, tidak memiliki putting sehingga anakan
menyedot susu dari bulu induknya. Memiliki ekor yang pipih dan gigi hanya
terdapat pada hewan yang lebih muda. Misalnya Platypus.
b.
Ordo Marsupilaria,
merupakan mammalia berkantung di mana perkembangan embrionik anakannya
diselesaikan dalam kantung marsupial dan tidak memiliki plasenta. Misalnya
kanguru (Marcropus sp).
c.
Ordo Artiodactyla, merupakan mammalia yang memiliki kuku
dengan jumlah jari kaki yang genap pada masing mansing kaki, herbivor. Misalnya
domba (Ovis aries).
Ordo Artiodactyla, merupakan mammalia yang memiliki kuku
dengan jumlah jari kaki yang genap pada masing mansing kaki, herbivor. Misalnya
domba (Ovis aries).
d.
Ordo Carnivira,
merupakan mammalia pemakan daging yang memiliki gigi yang tajam, runcing dan
geraham untuk merobek. Misalnya singa (Felis leo).
Ordo Carnivira,
merupakan mammalia pemakan daging yang memiliki gigi yang tajam, runcing dan
geraham untuk merobek. Misalnya singa (Felis leo).
e.
Ordo Cetacea, merupakan mammalia yang hidup di laut dengan
badan berbentuk ikan, kaki depan mirip dayung dan tidak memiliki tungkai
belakang, dan memiliki lapisan tebal lemak sebagai insulasi. Misalnya Ikan paus
(Balaenoptera omurai).
Ordo Cetacea, merupakan mammalia yang hidup di laut dengan
badan berbentuk ikan, kaki depan mirip dayung dan tidak memiliki tungkai
belakang, dan memiliki lapisan tebal lemak sebagai insulasi. Misalnya Ikan paus
(Balaenoptera omurai).
f.

Ordo Chiroptera,
merupakan mammalia yang memiliki kaki seperti sayap dengan selaput di antara
ruas jari sampai ke belakang. Misalnya kelelawar (Pteropus vampeirus).

Ordo Chiroptera,
merupakan mammalia yang memiliki kaki seperti sayap dengan selaput di antara
ruas jari sampai ke belakang. Misalnya kelelawar (Pteropus vampeirus).
g.
Ordo Scandentia.
Misalnya tupai (Tupaia javanica).
h.
Ordo Ruminantia,
merupakan mammalia pemakan tumbuhan, tidak memiliki taring, lambungnya terbagi
menjadi empat kompartemen. Misalnya sapi (Bos taurus).
Ordo Ruminantia,
merupakan mammalia pemakan tumbuhan, tidak memiliki taring, lambungnya terbagi
menjadi empat kompartemen. Misalnya sapi (Bos taurus).
i.
Ordo Polidota,
merupakan mammalia bersisik dan tidak memiliki gigi. Contohnya trenggiling
(Manis javanica).
j.
Ordo Primata, merupakan
mammalia dengan ibu jari berhadapan dan memiliki anggota gerak yang panjang.
Matanya menghadap ke depan. Misalnya Gorilla.
C.
Peranan Vertebrata Bagi
Manusia
Hewan
dalam Filum Vertebrata memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Dari
kelas Pisces misalnya, dapat digunakan sebagai protein, vitamin, mineral, dan
omega 3 yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Misalnya ikan bandeng, ikan tuna,
dan lain sebagainya. Selain itu dalam bidang estetika ikan dapat digunakan
sebagai hiasan, misalnya ikan koi yang memiliki banyak warna corak di tubuhnya
yang sangat menarik.
Pada
kelas Amphibi dalam rantai makanan memiliki posisi penting dalam pengatur
populasi serangga yang menjadi hama pertanian. Sebagian manusia menjadikan
Amphibi (misalnya katak hijau) sebagai sumber protein. Adapun katak juga
dijadikan sebagai objek peelitian di laboratorium biologi. Namun ada juga yang
merugikan seperti Axolotl yang dapat menyemburkan racun dari mulutnya.
Pada
kela Reptilia memiliki peranan penting dalam pengendalian tikus, misalnya ular,
cicak, kadal, dan buaya. Kulit buaya dapat digunakan dalam pembuatan tas yang
bernilai ekonimis. Adapun peranan negatifnya Reptil yang mengeluarkan bisa
seperti Ular Kobra.
Kelas
Aves juga memiliki peranan yang penting, yaitu sebagai sumber makanan misalnya
ayam dan bebek. Dari segi rantai makanan juga menguntungkan karena sebagian
Aves memakan ulat yang menjadi sumber hama bagi para petani. Burung juga dapat
membantu penyerbukan dan dari segi estetika bulunya yang beragam warna dapat
dijadikan hewan peliharaan. Namun adapun peran negatifnya yaitu seperti burung
pemakan biji bijian yang dapat memakan bibit dari kebut pertanian yang bersifat
merugikan secara ekonomis
Kelas
mamalia juga memiliki peranan yang penting bagi kehidupan manusia, di antaranya
sebagai sumber makanan misalnya daging kambing atau sapi, sebagai hewan
peliharaan misalnya kelinci atau kucing, sebagai alat transportasi misalnya
kuda, penelitian di bidang kesehatan misalnya tikus, dan lain sebagainya.
Tetapi mammalia juga menjadi hama di bidang pertanian, misalnya tikus.
Artikel bagus
BalasHapus